Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Setelah sukses menggelar Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa, kini giliran para guru yang akan diuji kemampuannya melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) perdana yang dijadwalkan berlangsung mulai 18 Oktober 2025.
Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, mengatakan bahwa UKG ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemprov Lampung untuk memastikan tenaga pendidik memiliki standar kompetensi yang sejalan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.
“Insyaallah, Disdikbud Lampung akan melaksanakan Uji Kompetensi Guru pada 18 Oktober 2025 mendatang. Ini langkah awal untuk pemetaan kemampuan guru, sekaligus dasar peningkatan mutu pendidikan kita,” ujar Thomas,Selasa (7/10/2025).
Pada tahap pertama, pelaksanaan UKG akan dipusatkan di tiga lokasi, yakni SMKN 1 Bandar Lampung, SMAN 5 Bandar Lampung, dan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya khusus untuk UKBI Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Sebanyak 2.900 lebih guru dari 35 sekolah unggul serta guru SMAN, SMKN, dan SLB se-Bandar Lampung akan menjadi peserta gelombang perdana.
“Setelah itu, pelaksanaan UKG akan dilanjutkan secara bertahap di masing-masing cabang dinas, mencakup total 14.398 guru se-Provinsi Lampung,” jelas Thomas.
Menurutnya, UKG ini tidak sekadar menjadi ujian formal, tetapi juga sarana pemetaan untuk melihat sejauh mana kesiapan guru dalam menjawab tantangan pendidikan modern. Guru yang dinyatakan memenuhi standar akan mendapatkan kesempatan mengikuti Training of Trainer (ToT) sebagai bentuk penguatan kompetensi lanjutan.
“UKG ini mencakup 17 mata pelajaran. Dari hasilnya, kita bisa tahu guru mana yang siap menjadi trainer dan mana yang perlu penguatan. Tujuannya satu — agar kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah Lampung terus meningkat,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan menjadi awal dari sistem pembinaan guru yang lebih terarah dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Pemprov Lampung dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.









