Lampung — Sosok perwira yang dikenal tanpa kompromi terhadap premanisme, Brigjen Pol Hengki Haryadi, kini resmi mengemban amanah baru sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau. Penunjukan ini menandai babak baru bagi jajaran Polda Riau dalam memperkuat stabilitas keamanan di wilayah Bumi Lancang Kuning.
Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/XII/KEP/2025. Hengki menggantikan Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo yang kini beralih tugas menjadi Wakapolda Kalimantan Timur.
Rekam Jejak: Dari Dili hingga Ibu Kota
Hengki Haryadi bukanlah nama baru di dunia reserse. Lulusan Akpol 1996 ini memiliki sejarah panjang dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan tanah air:
Awal Karier: Memulai pengabdian di zona konflik Dili pada 1997.
Kawah Candradimuka di Lampung: Pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim di Tulangbawang dan Bandar Lampung, di mana ketegasannya mulai terasah.
Benteng Ibu Kota: Menjabat Kapolres di tiga wilayah vital (Tanjung Priok, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat) sebelum akhirnya menjadi Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Musuh Bebuyutan Premanisme dan Mafia
Selama berkarier di Jakarta, jargon “Negara tidak boleh kalah oleh premanisme” menjadi identitas yang melekat pada diri Hengki. Ia dikenal sebagai sosok di balik tumbangnya berbagai kelompok preman besar yang menguasai lahan di Jakarta Barat.
Tak hanya itu, prestasinya diakui secara internasional melalui penghargaan dari Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat setelah sukses membongkar jaringan narkoba lintas negara. Beberapa kasus high-profile yang pernah ditanganinya antara lain:
Mafia Tanah: Membongkar sindikat yang melibatkan oknum pejabat BPN.
Radikalisme: Penangkapan pimpinan Khilafatul Muslimin di Lampung.
Kasus Artis: Penegakan hukum terhadap Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie.
Harapan Baru untuk Riau
Penempatan Hengki di Riau dipandang sebagai langkah strategis Mabes Polri. Mengingat Riau merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan jalur internasional, pengalaman Hengki di bidang reserse dan narkotika diharapkan mampu menekan angka penyelundupan dan kejahatan terorganisasi di wilayah tersebut.
Dengan kepemimpinan baru ini, publik menanti apakah gaya kepemimpinan “tangan besi” Hengki terhadap pelaku kriminal akan membawa perubahan signifikan pada peta keamanan di Provinsi Riau.(*)









